Ulos Untuk Baju Adat Beserta Macamnya

1 min read

Ulos Untuk Baju Adat Beserta Macamnya

Ulos merupakan salah satu warisan budaya Indonesia khas suku Batak di Sumatera Utara. Kain tradisional ini dibuat dengan cara manual menggunakan alat tenun. Ulos biasanya dipakai untuk acara adat daerah setempat, sebagai unsur utama pakaian adat.

Baju adat masyarakat Batak tak lepas dari penggunaan kain ini pada berbagai acara, mulai dari upacara adat hingga pernikahan. Sehingga ada berbagai macam ulos yang bisa Anda jumpai berdasarkan bentuk dan fungsinya

Macam-Macam Ulos

Ulos biasanya digunakan sebagai unsur utama baju adat untuk berbagai keperluan. Oleh sebab itu, kain ini memiliki beragam macam yang di dalamnya terkandung makna dan tujuan tertentu. Apakah Anda penasaran tentang macam-macam ulos? Mari simak penjelasan lengkapnya pada uraian di bawah ini.

  1. Ulos Mangiring

Ulos jenis ini biasanya dipakai untuk selendang dan ikat kepala. Ulos ini diberikan orang tua kepada anaknya yang baru saja melahirkan anak pertama. Ulos Mangiring memiliki makna agar anak tersebut diberi keberkahan berupa keturunan yang banyak.

  1. Ulos Antak-Antak

Ulos Antak-Antak biasanya digunakan orang dewasa untuk menghadiri upacara kematian. Selain itu, ulos yang bentuknya selendang ini juga sering dipakai untuk acara Manortor atau menari

  1. Ulos Ragi Huting

Sebelum Indonesia merdeka, ulos jenis ini terbilang yang paling populer. Namun kini ulos Ragi Huting sudah langka sehingga sulit ditemukan. Dulunya, ulos ini dipakai sebagai busana sehari-hari oleh gadis Batak. Ulos ini biasanya dililitkan pada bagian dada seorang gadis, sebagai simbol komunitas pemudi Batak Toba perawan yang beradat.

  1. Ulos Ragi Hotang

Ulos jenis ini memiliki nama lain ulos Hela, yang biasanya digunakan sebagai hadiah untuk pengantin baru. Ulos Ragi Hotang biasanya diberikan oleh orang tua mempelai perempuan karena telah bersedia putrinya dipinang oleh mempelai laki-laki.

Ulos Ragi Hotang diberikan bersamaan dengan Mandar Hela atau sarung menantu. Sarung tersebut memiliki makna, bahwa mempelai laki-laki harus bisa bersikap layaknya orang tua yang sudah berkeluarga. Sehingga sarung ini harus selalu dipakai setiap menghadiri acara adat.

  1. Ulos Sibolang Pamontari

Ulos Sibolang Pamontari biasanya dipakai ketika melayat orang dewasa yang meninggal dunia dan belum memiliki cucu. Ulos ini menandakan bahwa pelayat tersebut adalah keluarga dekat orang yang meninggal.

  1. Ulos Padang Ursa

Ulos jenis ini biasanya berupa ikat kepala atau selendang. Ulos Padang Ursa seringkali digunakan untuk upacara adat suku Batak.

  1. Ulos Bintang Maratur

Ulos Bintang Maratur juga dipakai untuk upacara adat suku Batak. Acara adat suku Batak yang mengikutsertakan penggunaan kain ini antara lain selamatan 7 bulan dan memasuki rumah baru.

  1. Ulos Bolean

Ulos yang satu ini terbilang istimewa, karena tidak mudah luntur walaupun dicuci berkali-kali. Ulos Bolean biasanya diberikan pelayat untuk anak yang ditinggal mati orang tuanya. Makna pemberian ulos jenis ini yaitu untuk meringankan kedukaan yang dirasakan anak tersebut. Ulos Bolean biasanya dipakai sebagai selendang.

  1. Ulos Tutur-Tutur

Ulos Tutur-Tutur biasanya dikenakan sebagai selendang dan ikat kepala. Ulos jenis ini merupakan pemberian dari orang tua kepada anak atau keturunannya.

Ulos umumnya berbentuk selendang dan ikat kepala. Namun penggunaannya berbeda-beda pada setiap acara adat. Uraian di atas perlu Anda ketahui sebagai tambahan ilmu mengenai macam-macam ulos, dengan beragam makna yang terkandung di dalamnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *